PostHeaderIcon kelangsungan hidup bayi dan balita

PostHeaderIcon Perawatan Metode Kanguru Bagian Pertama

BBLR sering mempunyai masalah selama minggu-minggu pertama kehidupannya seperti adaptasi kehidupan di luar rahim,  bantuan untuk tetap hangat  dan ASI yang cukup  Petugas kesehatan harus menggunakan langkah-langkah pemecahan masalah sebagai pedoman untuk memberikan perawatan selama kunjungan neonatus BBLR.

Dalam asuhan  BBLR  sehat  yang harus diberikan:
    Penghangatan bayi dengan PMK
    Pemberian ASI dini dan eksklusif
    Pencegahan infeksi
    Pemberian imunisasi
    Pemantauan tanda bahaya dan persiapan pra rujukan jika perlu

 

PostHeaderIcon PELATIHAN MANAJEMEN BAYI BERAT LAHIR RENDAH UNTUK BIDAN DAN PERAWAT

BBLR adalah bayi yang lahir dengan berat lahir kurang dari 2500 gram tanpa memandang masa kehamilan.
Kelahiran  BBLR di Indonesia Menurut Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia 2007, angka kematian neonatal sebesar 19 per 1.000 kelahiran hidup. Dalam 1 tahun, sekitar 86.000 bayi usia 1 bulan meninggal. Artinya setiap 6 menit ada 1 (satu) neonatus meninggal. Di rumah sakit pusat rujukan sekitar 15-20% (UKK Perinatologi 2003) bayi dilahirkan dengan  berat lahir rendah sedangkan jumlah kelahiran BBLR secara nasional adalah 11,5% (Riskesdas 2007). Sebagian besar BBLR < 2000 gram meninggal pada masa neonatal.

BBLR terdiri atas BBLR kurang bulan, BBLR cukup bulan dan BBLR lebih bulan. BBLR kurang bulan, khususnya BBLR dengan kehamilan kurang dari 35 minggu, umumnya mengalami penyulit seperti gangguan napas, ikterus, infeksi dan lain sebagainya, yang apabila tidak dikelola sesuai dengan standar pelayanan medis akan berakibat fatal. Sementara BBLR cukup bulan atau lebih bulan umumnya memiliki organ tubuh matur sehingga perawatannya tidak terlalu bermasalah. Mereka hanya membutuhkan kehangatan, nutrisi dan pencegahan infeksi. Ketiga kebutuhan tersebut dapat dipenuhi dengan perawatan teknologi tepat guna di rumah oleh orang tuanya.

 

PostHeaderIcon PENTINGNYA PEMBERIAN VITAMIN K1 PADA BAYI BARU LAHIR

Bayi baru lahir bisa saja tiba-tiba mengalami perdarahan. Perdarahan dapat terjadi spontan atau akibat trauma, terutama trauma lahir. Pada kebanyakan kasus perdarahan terjadi di kulit seperti bintik bintik kemerahan atau kehitaman di bawah kulit, pada mata, seperti mata merah, hidung/mimisan, tali pusat berdarah dan saluran cerna (muntah atau berak darah), bahkan jika terjadi perdarahan otak (intrakranial), dan jika terjadi akibat dari proses persalinan bisa berakibat kematian atau kecacatan.

Ternyata sumber permasalahannya adalah bayi baru lahir mengalami kekurangan Vitamin K karena pembentukan dalam tubuh bayi baru lahir belum sempurna. Keadaan ini disebut Perdarahan akibat Defisiensi Vitamin K (PDVK).
Walaupun angka kejadian Perdarahan akibat Defisiensi Vitamin K (PDVK) masih sedikit, tetapi jika dilihat dampaknya terhadap kelangsungan hidup dan kualitas anak maka perlu dilakukan pencegahan.

 

PostHeaderIcon Perawatan bayi yang baru lahir

Merawat bayi, apalagi bayi yang baru lahir merupakan hal yang  belum tentu mudah dilakukan oleh setiap ibu

Untuk diketahui, ada 8 perawatan yang perlu dilakukan ibu pada bayinya yang baru lahir:

1. Perawatan Mata
Kedua mata dibersihkan dengan kapas bersih yang sudah dibasahi dengan air matang. Jangan lupa perhatikan kedua mata bayi yang baru lahir, apakah ada tanda-tanda infeksi mata. Mata yang terinfeksi akan banyak kotoran, putih mata biasanya merah dan kelopak mata membengkak. Apabila ada tanda-tanda tersebut konsultasikan dengan tenaga medis terdekat.

2. Perawatan Wajah
Agar bayi terhindar dari infeksi kulit maka kulit wajahpun harus dijaga kebersihannya dengan cara kulit wajah di seka dengan air matang.

3. Perawatan Mulut
Bila pada mulut, bibir, atau lidah bayi tampak seperti bekas susu yang tebal dan sulit dibersihkan, maka bayi tersebut kena jamur mulut. Apabila ada tanda-tanda tersebut, konsultasikan dengan tenaga medis atau bidan terdekat.

 

 
More Articles...